Posts

Showing posts from March, 2015

Resensi "BULAN"

Image
Sahabat dan Petualangan              Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang disukai remaja.             Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan dengan tangannya. Namanya Seli. Dan tangannya bisa mengeluarkan petir. ***             Judulnya Bulan, bercerita tentang Klan Bulan yang bertualang di Klan Matahari. Tim kami sangat berbeda. Ada Ali yang selalu santai dan merasa ini hanya petualangan seru. Seli yang selalu bertanya, terus memastikan dan cemas. Juga ada Ily yang disiplin, terkendali, dan menghitung setiap menit waktu berlalu. Dan aku, yang t...

Resensi "ELIANA"

Image
Betapapun Lemahnya Perempuan, Jangan Remehkan Mereka Eliana , gadis sulung dari empat bersaudara. Memiliki dua adik laki-laki bernama Pukat dan Burlian serta satu adik perempuan yang lucu bernama Amelia. Gadis kecil kelas enam Sekolah Dasar ini sedari awal tidak tahu apa nama cita-citanya, yang pasti gadis kecil Si Pemberani ini selalu ingin bercita-cita menjadi pembela kebenaran, memihak pada mereka yang tertindas dan menolong mereka yang lemah. Entah apapun nama profesinya kelak, Eliana ingin menjadi Pembela semua orang yang membutuhkan bantuan dan yang teraniaya. Seperti yang saya katakan, Eliana adalah gadis kecil yang tidak pernah takut akan hal apapun. Termasuk membentak dan memarahi pejabat tinggi. Seperti ketika Bapak dan tetua kampung menghadiri pertemuan di kota kabupaten tentang akan datang orang-orang kota yang akan mengeduk pasir di sungai mereka, dan ketika pejabat tinggi itu meng h ina Bapak karena suatu hal, Eliana tak kuasa menahan amarah, Eliana tidak akan...

Resensi "AMELIA"

Image
Menjadi Bungsu Yang Kuat, Bukan Bungsu Si Penunggu Rumah Amelia , si gadis bungsu yang kuat. Terlahir menjadi anak bungsu, membuatnya tak terima dengan kenyataan, selalu ingin bertukar posisi dengan kakak sulungnya, Eliana. Baginya, menjadi bungsu hanyalah “korban” perintah-perintah kakaknya, selalu disuruh-suruh dan selalu menjadi “penunggu rumah”. Selain memiliki kakak sulung yang selalu ngatur-ngatur, Amelia juga memiliki dua kakak laki-laki yang tak kalah menyebalkannya dengan Eliana, saban hari meledek dan menjahili Amelia, Pukat dan Burlian namanya. Di dalam novel Amelia, Serial Anak-Anak Mamak yang merupakan buku pertama namun terbit pada sesi terakhir ini, Tere Liye menjabarkan betapa tidak selamanya anak bungsu berperangai manja dan cengeng. Buktinya Amelia, terlahir dengan perangainya yang kuat, tidak pernah menyerah, sekalipun situasi menyadarkannya bahwa anak bungsu pada akhirnya akan tetap menjadi “penunggu rumah” dan sejauh apapun ia pergi, takdir akan membawanya ...

Resensi "PUKAT"

Image
Pukat adalah anak laki-laki tertua dari empat bersaudara dalam tetralogi serial anak-anak mamak. Pukat yang baru berumur 9 tahun mendapatkan julukan si anak pandai karena sikapnya yang kreatif, cerdik dan juga tekun. Kecerdikan yang ia miliki seringkali digunakannya untuk memecahkan masalah ataupun membantu orang.  Petualangan Pukat pun dimulai ketika ia, Burlian dan Ayah mereka menumpang kereta untuk menemui Ko h Achan di kota. Awalnya situasi kereta berlangsung aman dan perjalanan pun terasa asyik. Hal ini tidak bertahan lama, ketika kereta yang mereka tumpangi mulai memasuki terowongan. Tepat di tengah-tengah terowongan yang gelap, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata yang bersahutan, ternyata mereka adalah kawanan perampok. Mereka bukanlah kawanan  perampok biasa karena mereka pintar memanfaatkan situasi. Mereka menjalankan aksinya tepat di saat kereta berada ditengah-tengah terowongan yang gelap sehingga tidak ada satu pun penumpang yang bisa mengenali identitas...

Resensi "BURLIAN"

Image
Berani Bermimpi Meski Dengan Keterbatasan Ekonomi Burlian , Si anak Spesial yang Percaya Diri adalah anak ke tiga dari empat bersaudara. Memiliki dua kakak bernama Eliana dan Pukat serta satu adik bernama Amelia. Di episode selanjutnya saya akan membahas tentang ketiga saudara Burlian ini, setelah saya selesai membaca tiga buku lainnya Eliana, Pukat dan Amelia. “Kau sejak dilahirkan memang sudah berbeda, Burlian. Spesial…” (h. 1) Ya, Burlian adalah lelaki kecil kebanggaan Mamaknya, selalu dianggap berbeda dan spesial. Lalu apakah makna berbeda dan spesial tersebut membuat kakak dan adiknya cemburu? Tidak, Mamak dan Bapak selalu mengasihi anak-anaknya dengan adil. Sesuai porsinya, kakak dan adiknya pun memiliki kelebihan tersendiri di mata Mamak dan Bapak mereka. Di dalam novel dengan 25 episode ini, Tere Liye menceritakan betapa berharganya dunia anak-anak, betapa dunia nakal anak-anak akan menjadi pelajaran tersendiri bagi kehidupan orang dewasa dan betapa masa anak-anakl...

Resensi "DIKATAKAN ATAU TIDAK DIKATAKAN, ITU TETAP CINTA"

Image
Memahami Indahnya Cinta Lewat Sajak Finally, aku punya dan telah selesai membaca buku ini. Soalnya emang penasaran banget. Hihihi ini koleksi karya Tere Liye-ku hadiah dari “ Someone ”. Pas liat buku ini, ups tipis banget. Ya, Cuma 72 halaman, berbeda dengan buku-buku bang Tere biasanya, buku ini sekali kedip juga udah beres bacanya J Cinta, adalah satu hal yang tak kan ada habisnya bila dibahas. Karena cinta, banyak muda-mudi lepas kendali akan hakikat cinta yang sebenarnya. Buru-buru menyatakan cinta yang belum waktunya, takut sekali kekasih hatinya disambar orang lain. Padahal, dikatakan ataupun tidak, perasaan yang terlanjur tumbuh itu tetap cinta namanya. Seperti yang tengah digalakkan oleh Tere Liye dalam buku terbarunya Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta, bahwa banyak sekali nasihat-nasihat yang terabaikan namun seharusnya kita aplikasikan. Buku setebal 72 halaman ini berisi sajak-sajak indah tentang memiliki, pun tentang melepaskan. Sajak tent...

Resensi "NEGERI DI UJUNG TANDUK"

Image
“Petarung Sejati Akan Memilih Jalan Suci, Meski Habis Seluruh Darah Di Badan, Menguap Segenap   Air   Mata, Dia Akan Berdiri Paling Akhir, Demi Membela Kehormatan” Negeri di Ujung Tanduk, sensasi tegang dan penasaran yang saya rasakan masih sama seperti ketika membaca novel pertama. Setelah selesai baca negeri para Bedebah, kebetulan novel keduanya sudah ada di tangan saya. Karena penasaran, langsung saya baca. Cukup dua hari untuk menyelesaikannya. :D Pada novel ini, setting waktunya juga cepat. Hanya tiga hari. Pada novel ini tidak lagi menceritakan tentang Bank Semesta, tapi tentang pencalonan presiden salah satu partai. Satu tahun setelah pertarungan menyelamatkan Bank Semesta, Thomas yang kini berumur 34 tahun, telah mendirikan unit baru di kantornya yaitu unit untuk jasa konsultasi politik. Perusahaannya itu telah berhasil memenangkan dua gubernur dalam satu tahun terakhir. Kini ia memiliki klien calon presiden yang telah sukses menjadi walikota sebuah daer...

Resensi "NEGERI PARA BEDEBAH"

Image
"PETARUNG SEJATI TIDAK AKAN PERNAH BERKHIANAT"  Namanya Thomas, tokoh utama dalam novel Negeri Para Bedebah ini. Ia merupakan seorang konsultan keuangan yang sukses. Umurnya 33 tahun tapi dia sudah sering menjadi pembicara dalam acara-acara bergengsi di dalam maupun luar negeri dengan pesertanya adalah pimpinan-pimpinan perusahaan. Ia sendiri memiliki perusahaan konsultan yang ternama. Ia pandai memotivasi dan memberi masukan yang jitu untuk para klien bisnisnya. Dalam cerita, Thomas memiliki karakter cerdik, gesit, cerdas, fisik kuat, humoris, tampan, tapi dia masih jomblo (saking sibuknya jadi konsultan gak sempet cari pendamping apa yaa? umurnya udah 33 padahal hahaha :D).  Kesibukannya bahkan melebihi kesibukan presiden. Dalam novel ini kalian akan tercengang bagaimana media bisa disetir oleh Thomas, orang-orang petinggi negeri ini bisa percaya dengan Thomas. Yah, cukup di novel saja Thomas ini ada. :) Dibalik gemilangnya karir Thomas, ternyata ia memiliki m...