Posts

Showing posts with the label Love

Sang Waktu

Image
“Hey, berhentilah sebentar. Aku ingin bersamanya lebih lama lagi sebelum aku tak dapat melihatnya lagi” kata seorang wanita. “Maaf, aku tidak bisa. Sekalipun kau memaksa dan menangis dihadapanku, aku tidak akan menghentikannya”jawab sang waktu. Mendengar jawaban dari sang waktu, wanita itu hanya bisa pasrah dan menangis. Ia hanya ingin lebih lama bersama dengan seseorang yang begitu ia sayangi. Sebelum ia tidak bisa bertemu lagi dengan kekasihnya. Wanita itu ingin sekali mengadu kepada T uhan. Namun,semuanya memang tak mungkin karena sang waktu tak akan berhenti. Ia abadi. *** Jika aku bisa bersamamu lebih lama lagi, aku tidak ingin melepaskan pelukanmu. Aku selalu menanti untuk bertemu denganmu. Sekalipun terlampau jauh jarak diantara kita. Entah sudah berapa kilometer jarak itu memisahkan antara aku dan dirimu. Aku selalu merasa menjadi wanita paling bahagia saat bersamamu. Waktu itulah yang selalu aku tunggu. Ahh, kau memang selalu membuatku merindu. Tapi rasa rinduku t...

Seandainya ...

Seandainya dulu aku tak bertemu denganmu Seandainya aku tak jatuh hati padamu Seandainya sejak dulu kau nyatakan padaku Seandainya kau tak memberiku kesempatan untuk memilikimu Seandainya kita tak terpisahkan oleh jarak Seandainya kita tak berpisah Ya Tuhan, aku hanya bisa berandai-andai. Apa aku ini hidup dalam sebuah angan-angan??. Ya, saat ini aku hanya bisa berkata seandainya dan seandainya. Sekarang aku menjadi benci mendengar kata “seandainya”, kata yang membodohiku. Kata yang membuatku mengingat kembali ke masa lalu. Namun sekarang otakku masih dipenuhi oleh kata “seandainya”. Sepertinya kata itu membuatku semakin muak. Bagaimana tidak, kata itu seperti sebuah racun. Kata “seandainya” membuatku berlagak seperti orang tak berdaya. Aku hanya bisa menyesali masa lalu. Padahal seringkali aku berkata padamu bahwa penyesalan selalu datang terakhir. Dan itu pula yang aku rasakan sekarang. Sepertinya kita tidak perlu mencamkan lagi kata “seandainya”. Karena hal itu hanya ...

Kota Kita :)

Aku melangkahkan kaki dengan pasti. Ku nikmati setiap sudut yang tersaji didepan mataku. Angin berhembus dengan hangat menyentuh kulitku. Aroma yang tercium masih sama seperti dulu. Suara riuh keramaian seakan memberikan salam kepadaku. Ku pandangi setiap lekuk pemandangan yang ada didepan mata. Seribu kenangan seakan terlihat kembali seperti sebuah film dokumenter. Kesimpulanku hanya satu, masih seperti yang dulu. Walaupun tersentuh oleh modernisasi zaman namun tetap sama. Bagiku tak ada yang berbeda dan tentunya selalu penuh makna serta cerita. Ya, kota ini adalah ceritaku, kota ini adalah sejarah hidupku. Aku terlahir dikota ini, hingga aku beranjak dewasa. Ceritaku dimulai dari kota ini, masa yang indah, sedih, semua menyatu seperti untaian kalung yang indah. Kisah itulah yang akan menjadi saksi perjalanan hidupku. Kota ini begitu hangat dan bersahabat, kota yang selalu aku rindukan sekalipun aku berada jauh darinya. Kenangan-kenangan yang tak mungkin ku lupakan tersimpan indah ...

Arti Bahagia

Ketika ku mendengar kata “bahagia” begitu banyak hal yang terlintas dipikiranku. Aku bahagia ketika semuanya yang berada disisiku tersenyum kepadaku. Aku merasa bahagia ketika desiran angin seperti sebuah sentuhan dari sang Maha Kuasa. Hujan yang turun pun seolah seperti air surga yang sedang dihadiahkan oleh-Nya untukku. Bahagiaku tak selamanya tersenyum, tertawa, ceria tetapi juga menangis. Menangis karena bahagia bukanlah suatu hal yang asing bagi diriku. Terkadang air mata itu tak berarti sebuah kesedihan, kekecewaan atau keterpurukan. Air mata itu punya berbagai arti. Lalu, apa sesungguhnya arti bahagia bagiku?. Bahagiaku sama seperti selayaknya orang lain. Terlebih lagi jika apa yang kita inginkan atau kita kehendaki menjadi sebuah kenyataan. Namun terkadang kita bisa merasa bahagia ketika apa yang kita inginkan tak benar-benar ada dalam genggaman. Ini memang sedikit rumit tapi inilah yang disebut “IKHLAS”. Untuk hal ini dibutuhkan begitu banyak kesabaran atau ketabahan hati. ...

Pertanyaanku (masih) Kepadamu

Image
Kau selalu membuatku bertanya. Sampai kisah kita usai pun kau masih meninggalkan pertanyaan bagiku. Dulu aku selalu menyimpan pertanyaan apakah kau memiliki perasaan kepadaku?? Namun akhirnya terjawab sudah. Seharusnya kau mengerti, saat itu aku selalu menunggu pernyataan darimu. Baiklah, aku tak akan membahas masa lalu itu lagi. Aku sangat berterima kasih padamu karena aku sempat memilikimu. Sekarang aku ingin kau tahu pertanyaanku padamu. Apakah kau masih mengingatku?? Apakah aku menjadi kenangan indahmu ataukah mimpi burukmu??. Namun sepertinya pertanyaanku terlalu memaksa. Aku tak ingin memaksakan perasaanmu, aku tak ingin semuanya karena terpaksa. Aku tak ingin mendekapmu dalam keterpaksaan. Walaupun sampai sekarang aku masih terlalu berharap padamu. Konyol, namun ini perasaanku yang sesungguhnya. Bukankah wajar jika aku masih memiliki pertanyaan itu untukmu. Kau pergi dengan salam yang tak ku dengar. Kau bahkan tak memberiku sedikit waktu untuk mengucapkan selamat tinggal...

Alasan Aku Memilihmu Si Alis Tebal

Image
Hallo si alis tebal, long time no see. Bagaimana kabarmu hari ini??apakah kau masih mengingatku? Oh maaf sepertinya aku tak pantas menanyakan itu padamu. Aku tak berharap kau pun akan membaca tulisanku. Aku juga mengerti satu hal yang akan kau katakan setelah membaca tulisanku, LEBAY. Ya begitulah dirimu dengan segala sifat tengilmu : ). Ohh tidak justru sifat tengilmu itu yang membuatku selalu mengingatmu. Muka seram dengan mulut berkoar-koar saat dirimu dalam amarah. Seakan orang-orang disekitarmu hanyalah patung yang sedang melihat pertunjukan topeng scream. Wow, rasanya aku ingin menjejalkan sepatu dalam mulutmu. Namun sayang aku tak cukup berani melakukannya. Dibalik semua itu ternyata kau begitu melankolis, konyol bahkan terkadang kekanak-kanakan. Aku selalu ingat saat wajahmu merona semerah strawberry karena malu. Dan aku pun akan tertawa puas melihatnya. Satu hal lagi kau mendadak akan berubah seperti patung saat sakit. Hanya diam dengan wajah seperti anak TK yang kes...

Pelangi Kelabu di Bulan Desember

Image
Saat pelangi kelabu itu datang menghampiriku.. Sampai saat ini aku masih mengingat waktu dan tanggal kejadian dihari itu. Kejadian yang merupakan mimpi burukku. Seakan mimpi dan harapanku bersamamu runtuh seketika. Siang itu hari sangat cerah. Namun,tidak dengan diriku. Rasa gelisah, takut, rindu semuanya bercampur menjadi satu. Membawaku kedalam lubang hitam pikiranmu. Firasat buruk pun terlintas dipikiranku. Ya, sudah beberapa hari itu aku menunggu dalam ketidakpastian. Membuat diriku dan dirimu terjebak dalam sebuah dilema berkepanjangan. Seperti seorang sutradara yang tidak tahu akan dibawa kemana alur ceritanya. Namun dibalik semua rasa gelisahku aku masih memiliki hal termanis yang pernah ku rasakan. Sayang,aku masih memiliki rindu untukmu. Seperti tetes air hujan yang turun di musim kemarau. Rasanya sedikit memberikan kesejukan hati. Setelah sekian kali begitu terasa panas karena suatu hal yang buruk. Saat itu aku takut akan satu hal. Aku takut jika indahnya bu...

Kau (masih) Mengusikku

Image
Malam ini terlihat indah, bintang-bintang berparas cantik dengan sinarnya yang terang. Terlihat elok di angkasa bak hiasan malam yang memang di ciptakan oleh Tuhan untuk makhluknya. Kelap-kelip lampu kota menambah indah malam ini. Ku hirup nafasku dalam-dalam, ku pejamkan mataku untuk sesaat dan ku rasakan setiap desiran angin yang menyentuhku. Aku masih terdiam disini, diatap bangunan ini. Sedari tadi aku hanya duduk memandangi pemandangan kelap-kelip lampu yang tersaji didepan mataku. Aku tak sendiri disini, lagu-lagu sendu yang ada di handphoneku setia menemaniku. Ku nikmati setiap alunan musik yang ku dengarkan. Aku merasa nyaman seperti ini, dalam suasana seperti ini. Tidak ada satu pun orang yang mengusikku atau menggangguku. Aku bukan egois, aku hanya ingin sendiri untuk saat ini. Ya, aku merasa pikiranku sedang kacau. Aku ingin berlari namun aku tak tahu arah. Aku ingin berteriak, aku ingin menangis. Aku butuh tempat bersandar. Namun aku tak tahu harus pergi kemana. Tu...