Resensi "BULAN"
Sahabat dan Petualangan
Namanya Seli, usianya 15 tahun, kelas sepuluh. Dia sama
seperti remaja yang lain. Menyukai hal yang sama, mendengarkan lagu-lagu yang
sama, pergi ke gerai fast food, menonton serial drama, film, dan hal-hal yang
disukai remaja.
Tetapi ada sebuah rahasia kecil Seli yang tidak pernah
diketahui siapa pun. Sesuatu yang dia simpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang
menakjubkan dengan tangannya.
***
Judulnya Bulan, bercerita tentang Klan Bulan yang
bertualang di Klan Matahari.
Tim kami sangat berbeda.
Ada Ali yang selalu santai dan merasa ini hanya petualangan seru. Seli yang
selalu bertanya, terus memastikan dan cemas. Juga ada Ily yang disiplin,
terkendali, dan menghitung setiap menit waktu berlalu. Dan aku, yang terus
diliputi banyak pertanyaan, kebingungan, bahkan terkadang keraguan –Page 257
Singkat Cerita : Setelah enam bulan berlalu sejak perjalanan terakhir Ra, Seli
dan Ali ke Klan Bulan akhirnya Miss Selena muncul kembali. Miss Selena membawa
kabar bahwa Ra harus pergi ke klan Matahari untuk melakukan diplomasi. Namun,
Miss Selena tahu, sejak perjalanan dari klan Bulan Ra, Seli dan Ali tidak dapat
dipisahkan. Akhirnya, Seli dan Ali-pun akan turut serta dalam perjalanan diplomasi
ke Klan Matahari bersama Miss Selena dan Av.
Diplomasi ke Klan Matahari dilakukan untuk mengajak klan
Matahari bersekutu untuk mencegah terhadap ancaman perang yang mungkin
dilakukan Tamus.
Mereka bertiga akan pergi ke Klan Matahari bersama
Av, Miss Selena dan Ily—lulusan terbaik akademi Klan Bulan yang merupakan
anak Ilo-si desainer terkenal di klan Bulan. Mereka tiba di Klan Matahari tepat
saat pembukaan Festival Bunga Matahari.
Festival Bunga Matahari adalah perlombaan paling penting
di Klan Matahari. Sembilan kontingen dari Sembilan fraksi seluruh negeri
berlomba menemukan bunga matahari pertama mekar, di tempat yang tidak
diketahui. Kontingen mana pun yang lebih dulu menemukan bunga itu akan
memenangi festival. Peserta lomba adalah anak muda terlatih, tangguh dan
menguasai kemampuan bertahan hidup terbaik, karena ada banyak rintangan untuk
menemukan bunga itu – Page 77
Kadang, realita tak selalu berjalan mulus dengan yang
direncanakan. Pengumuman Saba-tara-taba selaku pemandu festival membuat penonton
stadion terkejut.
Hadirin, tahun ini kita
akan memiliki kontingen kesepuluh untuk pertama kalinya dalam sejarah festival.
Kontingen in tidak datang dari Klan Matahari, tapi dari sekutu lama kita, Klan
Bulan. Mari kita memberikan salut untuk kontingen kesepuluh - Page 79
Av sangat kesal dengan situasi ini. Iya tidak menyangka
Ra, Seli, Ali dan Ily mendapat kehormatan untuk mengikuti kompetisi ini.
Setelah berdebat dengan Mala-tara-tana II, kawan korespondensi Av yang
merupakan anggota konsil, Av akhirnya mengizinkan anak-anak untuk ikut dalam
kompetisi ini dan anak-anak pun meyetujui untuk ikut serta.
Bulan bercerita mengenai sembilan hari bagi Klan Bulan
(Ra, Seli, Ali dan Ily) menjadi peserta Festival Bunga Matahari di Klan
Matahari. Yang Av, Miss Selena dan anak-anak tidak tahu adalah keikutsertaan
anak-anak Klan Bulan merupakan bagian dari rencana Fala-tara-tana IV selaku
ketua konsil Klan Matahari untuk mendapatkan kekuasaan mahabesar.
***
Kalian benar-benar rombongan paling aneh yang pernah kuseberangkan.
Pertama, kalian tidak membawa uang walau sebutir. Kedua, lihatlah, bagaimana
mungkin kalian peserta Festival Bunga Matahari. Selain masih remaja, komposisi
kalian ganjil, tidak seragam, sangat berbeda satu sama lain. Ketiga, kamu
justru mencemaskan keselamatan kontingen lainnya. Ini kompetisi, Nak. –Page 214
Seriously, I’m speechless. Bang Tere Liye, kok bisa menulis buku fantasy dengan sedetail
ini dan selogic mungkin sih? Oh my God.
Sama seperti Bumi, Bulan benar-benar pure fantasy. Kalian
harus—ah wajib—berimajinasi saat membaca buku ini. Walaupun ini fantasy,
pembaca akan mudah masuk dalam cerita yang ditulis Tere Liye. Petualangan Ra,
Seli, Ali dan Ily di Klan Matahari ini really really cool!
Bulan masih diceritakan dari sudut pandang Ra juga
celotehan Ali si genius. Menurut saya, alur buku ini rapi sekali, jalan
ceritanya ngga lambat, pokoknya semua sesuai porsinya.
Unpredictable story. Susah buat nebak apa yang akan terjadi halaman selanjutnya. Ra,
Seli, Ali dan Ily akan menemukan banyak rintangan dalam perjalanan mereka
mengikuti kompetisi ini, dan bagian itulah keseruannya, bagian itulah yang
menjadi konflik yang dibangun penulis.
Menemukan petunjuk dari alam, memecahkan teka-teki dan
melewati rintangan merupakan tiga hal besar yang harus dilalui Ra, Seli, Ali
dan Ily.
Menuju halaman terakhir, cerita malah makin seru. Buat
yang belum baca, pesan saya jangan di skip-400 halaman sih-baca semuanya secara
keseluruhan, dijamin seru :) Serius!
Ya….walaupun unpredictable ending juga sih. Saya ngga nyangka endingnya kaya gitu, bang Tere Liye
jahat T_T
Sungguh ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita
susah payah menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat
sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri. Ada banyak masalah di dunia
ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan
keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas
masalah itu hadir seketika –Page 209
Buku ini merupakan kelanjutan dari Bumi, namun buku ini
bisa dibaca walaupun belum membaca buku pertamanya, karena beberapa detail
penting cerita diselipkan kembali dalam Bulan. Jadi, buat pembaca lama yang
lupa beberapa detail jadi ingat kembali dan buat pembaca baru bisa menikmati
buku ini tanpa harus berpikir lah kok gini? Maksudnya?
Setting hutan, fighting dengan musuh, dan harimau salju
putih sebagai tunggangan selama kompetisi. Ah! Detail ini mengingatkan saya
pada sinetron yang sedang tayang, 7 Manusia Harimau. Bukan berarti Bulan sama
kaya 7MH loh, jangan disamain..Beda. Hanya setting tempatnya aja yang sama :p
Jangan-jangan penulis memang terinspirasi oleh 7MH saat menuliskan setting
hutan dan harimau putih? :))
Sedikit nyinggung novel Rindu. Buat yang udah baca novel
Rindu, kalian ingat kan setting cerita novel tersebut di atas kapal sehingga
banyak adegan yang diulang-ulang? Bulan juga sama seperti Rindu, banyak adegan
yang diulang-ulang. Sembilan hari Klan Bulan mengikuti kompetisi ini di alam
terbuka, jadi adegan-adegan ngga jauh dari : jalan-istirahat-jalan-istirahat
makan-jalan-tidur. Tapi, hal tersebut tidak mengurangi sama sekali keseruan
dalam novel ini, hehe.
Finally, kalau kalian berpikir Bumi seru, Bulan
itu….lebih seru. Oh, I can’t wait for Matahari—third book, ya.. next year sih.
But, it’s oke.. :)
Kalau kita tidak tahu
penjelasannya, bukan berarti itu jadi salah, bukan? –Page 190
Comments
Post a Comment