Posts

Showing posts from February, 2015

Seandainya ...

Seandainya dulu aku tak bertemu denganmu Seandainya aku tak jatuh hati padamu Seandainya sejak dulu kau nyatakan padaku Seandainya kau tak memberiku kesempatan untuk memilikimu Seandainya kita tak terpisahkan oleh jarak Seandainya kita tak berpisah Ya Tuhan, aku hanya bisa berandai-andai. Apa aku ini hidup dalam sebuah angan-angan??. Ya, saat ini aku hanya bisa berkata seandainya dan seandainya. Sekarang aku menjadi benci mendengar kata “seandainya”, kata yang membodohiku. Kata yang membuatku mengingat kembali ke masa lalu. Namun sekarang otakku masih dipenuhi oleh kata “seandainya”. Sepertinya kata itu membuatku semakin muak. Bagaimana tidak, kata itu seperti sebuah racun. Kata “seandainya” membuatku berlagak seperti orang tak berdaya. Aku hanya bisa menyesali masa lalu. Padahal seringkali aku berkata padamu bahwa penyesalan selalu datang terakhir. Dan itu pula yang aku rasakan sekarang. Sepertinya kita tidak perlu mencamkan lagi kata “seandainya”. Karena hal itu hanya ...

Kota Kita :)

Aku melangkahkan kaki dengan pasti. Ku nikmati setiap sudut yang tersaji didepan mataku. Angin berhembus dengan hangat menyentuh kulitku. Aroma yang tercium masih sama seperti dulu. Suara riuh keramaian seakan memberikan salam kepadaku. Ku pandangi setiap lekuk pemandangan yang ada didepan mata. Seribu kenangan seakan terlihat kembali seperti sebuah film dokumenter. Kesimpulanku hanya satu, masih seperti yang dulu. Walaupun tersentuh oleh modernisasi zaman namun tetap sama. Bagiku tak ada yang berbeda dan tentunya selalu penuh makna serta cerita. Ya, kota ini adalah ceritaku, kota ini adalah sejarah hidupku. Aku terlahir dikota ini, hingga aku beranjak dewasa. Ceritaku dimulai dari kota ini, masa yang indah, sedih, semua menyatu seperti untaian kalung yang indah. Kisah itulah yang akan menjadi saksi perjalanan hidupku. Kota ini begitu hangat dan bersahabat, kota yang selalu aku rindukan sekalipun aku berada jauh darinya. Kenangan-kenangan yang tak mungkin ku lupakan tersimpan indah ...

Arti Bahagia

Ketika ku mendengar kata “bahagia” begitu banyak hal yang terlintas dipikiranku. Aku bahagia ketika semuanya yang berada disisiku tersenyum kepadaku. Aku merasa bahagia ketika desiran angin seperti sebuah sentuhan dari sang Maha Kuasa. Hujan yang turun pun seolah seperti air surga yang sedang dihadiahkan oleh-Nya untukku. Bahagiaku tak selamanya tersenyum, tertawa, ceria tetapi juga menangis. Menangis karena bahagia bukanlah suatu hal yang asing bagi diriku. Terkadang air mata itu tak berarti sebuah kesedihan, kekecewaan atau keterpurukan. Air mata itu punya berbagai arti. Lalu, apa sesungguhnya arti bahagia bagiku?. Bahagiaku sama seperti selayaknya orang lain. Terlebih lagi jika apa yang kita inginkan atau kita kehendaki menjadi sebuah kenyataan. Namun terkadang kita bisa merasa bahagia ketika apa yang kita inginkan tak benar-benar ada dalam genggaman. Ini memang sedikit rumit tapi inilah yang disebut “IKHLAS”. Untuk hal ini dibutuhkan begitu banyak kesabaran atau ketabahan hati. ...

Resensi "HAFALAN SHALAT DELISA"

Image
Novel ini menceritakan seorang anak perempuan berumur enam tahun yang bernama Delisa. Delisa adalah seorang anak yang lugu, polos, dan suka bertanya. Ia anak bungsu dari empat bersaudara dalam keluarganya, kakak-kakaknya bernama Cut Fatimah, Cut Zahra, dan Cut Aisyah. Mereka berdomisili di Aceh, tepatnya di Lhok Nga. Abinya bernama Usman dan uminya bernama Salamah. Delisa mendapatkan tugas dari Ibu Guru Nur, yakni tugas menghafal bacaan sholat yang akan disetorkan pada hari minggu tanggal 26 Desember 2004. Motivasi dari Ummi yang berjanji akan memberikan hadiah jika ia berhasil menghafalkan bacaan sholat membuat semangat Delisa untuk menghafal. Ummi telah menyiapkan hadiah kalung emas dua gram berliontin D untuk Delisa, sedangkan Abi akan membelikan sepeda untuk hafalan sholatnya jikalau lulus. Pagi itu hari minggu tanggal 26 Desember 2004, Delisa mempraktikkan hafalan sholatnya di depan kelas. Tiba-tiba Gempa bumi berkekuatan 8,9 SR yang disertai tsunami melanda bumi Aceh. Seket...

Resensi "MOGA BUNDA DI SAYANG ALLAH"

Image
Dibalik Kesulitan Pasti Ada Kemudahan Baginya hidup hanya gelap, hitam, tanpa warna. Baginya hidup hanya senyap, kosong, tanpa suara. Adalah Melati, putri tunggal pasangan Bunda HK dan Tuan HK, keluarga terkaya dan tersohor di kotanya. Melati, siapapun yang belum mengenalnya pastilah akan menatapnya gemas, ingin sekali mencubit pipi tembamnya, tapi tidak ketika tahu bagaimana perangai Melati sejak peristiwa tiga tahun lalu itu. Melati sempurna terputus dengan dunia, tidak bisa melihat indahnya dunia apalagi mendengar sekitarnya, semua terasa gelap dan tak bersuara. Bahkan Melati suka marah-marah dan sulit dikendalikan.Kebahagiaan keluarga HK seketika musnah sudah. Tetapi Bunda tidak pantang menyerah, selalu bersimpuh di sepertiga malam di mana janji-janji itu ia percaya akan benar-benar jadi kenyataan.  “ Suatu saat Janji-Mu pasti akan tiba. Bukankah Engkau sendiri yang menggurat kalimat itu dalam kitab suci? Sungguh! Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.  (h....

Resensi "SEPOTONG HATI YANG BARU"

Image
Akan Selalu Ada Bahagia Setelah Luka Buku Sepotong Hati yang Baru merupakan kumpulan 8 cerita pendek. Buku ini  adalah buku kedua dari serialBerjuta Rasanya  yang juga merupakan kumpulan cerpen karya Tere Liye. Seperti Berjuta Rasanya, buku ini berisikan cerita-cerita dengan tema perasaan dan cinta. Pengarang menyajikan berbagai kisah cinta ala legenda hingga modern.  Setiap cerita di dalamnya memiliki kekuatan masing-masing, baik dari segi penyampaian cerita maupun dari permasalahannya. Sesuai dengan judul,  buku ini lebih dititik beratkan pada tema “patah hati” dan bagaimana mendatangkan pemahaman-pemahaman yang lebih bijaksana dalam menyikapinya. Cerpen pertama, berjudul “Hiks, Kupikir Itu Sungguhan” berkisah tentang dua remaja bersahabat yang menyukai orang yang sama. Kasmaran menyebabkan mereka tidak lagi berpikir waras dan rasional. Menerjemahkan semua kejadian berdasarkan yang mau mereka dengar atau lihat saja. Padahal nyatanya? Tidak s...

Resensi "BERJUTA RASANYA"

Image
BERJUTA RASANYA adalah judul dari novel ini, begitu juga perasaan yang timbul sewaktu membacanya. Inti dari novel ini cuma satu. Tentang cinta. Diceritakan dengan berbagai peristiwa, mulai dari masa lampau, kini dan masa depan. Mulai dari genre fantasi, suspen dan romance. Mulai dari rasa haru, sukacita, pengin jitak salah satu tokohnya sampai geregetan. Mulai dari rasa mudah mencerna ceritanya sampai berkeringat di dahi gara-gara tidak tahu maksud ceritanya apa. Ya, ini adalah novel dengan rasa Nano Nano. Pedas, asam, manis, dan asin. Dua cerita pertama adalah perenungan tentang persepsi. Dalam cerita pertama, Tere Liye memaparkan bahwa berbeda itu adalah unik, bahwa cantik adalah masalah persepsi bukan harga mati. Cerita kedua menceritakan bahwa persepsi bisa membuat orang mempercayai sesuatu meskipun kenyataannya tidak seperti itu. Tokoh si Aku harus menelan kepahitan, karena ternyata bukan dia yang dicintai oleh tokoh pria, padahal dia sendiri yang menekankan pada Putri, tem...

Resensi "KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH"

Image
"Pondasi Cinta dalam Keterbatasan" Membaca novel, ibarat kita berpesiar memasuki jalan kehidupan orang lain, termasuk mengecap suka dan duka yang turut mewarnai. Kemampuan penulis dalam mendeskripsikan situasi, menghubungkan satu peristiwa dan peristiwa lainnya dalam jalinan apik yang terikat satu sama lain pastinya akan membuat kita betah untuk terus menyimaknya. Dan sejenis bom atau kejutan di banyak tempat yang diletakkan oleh penulis dalam novel ini, menjadikannya sungguh seru dan menyegarkan. Di sisi lain, novel ini juga bertabur hikmah dan pesan bijak yang terbungkus amat rapi dalam setiap peristiwa, sehingga memungkinkan kita mendapatkan berbagai pencerahan darinya. Borno, begitulah Tere Liye menyebutkan nama sosok “Aku” dalam novel bergenre Kisah Cinta ini. Lahir dan besar di kota yang penuh dengan sejarah mistis, Pontianak. Dalam novel bersampul merah delima ini, jelas sekali penulis mendetailkan sejarah lahirnya nama Pontianak yang disahkan karena ...

Resensi "SUNSET BERSAMA ROSIE"

Image
"Tumbuhnya Cinta, Karena Terbiasa" “Kata orang bijak, kita tidak pernah merasa lapar untuk dua hal. Satu, karena jatuh cinta. Dua, karena kesedihan yang mendalam. Maka akan lebih menyakitkan akibatnya ketika kita mengalami jatuh cinta sekaligus kesedihan yang mendalam.” – Sunset Bersama Rosie             Gunung Rinjani menjadi saksi bisu kekalahan Tegar dari Nathan  untuk mendapatkan Rosie. Rencana yang telah disusun rapi oleh Tegar seketika menjadi bumerang tersendiri baginya karena menyertakan Nathan dalam rencana tersebut. Nathan mendapatkan hati Rosie di tempat dan waktu yang telah direncanakan matang oleh Tegar , namun takdir berkata lain. Dua puluh dua tahun Tegar mengenal Rosie  setara dengan dua bulan Nathan mengenal Rosie. Dan Tegar harus menghilang dan membunuh dengan tega setiap kerinduan itu muncul. Tegar sukses menenggelamkan dirinya dalam kesibukan dunia pekerjaan, selama lima ta...

Resensi "REMBULAN TENGGELAM DI WAJAHMU"

Image
"Misteri Dibalik Sebuah Kehidupan" Novel ini menceritakan tentang kisah perjalanan hidup seseorang bernama Rehan Raujana alias Ray. Rehan Raujana adalah nama pemberian dari ibu pantinya yang sudah meninggal dunia. Rehan yang mempunyai lima pertanyaan besar dalam hidupnya yang tak bisa ia jawab. Nah, sejak kecil Rehan tinggal di sebuah panti asuhan yang sangat dibencinya. Di panti itu Rehan termasuk anak yang nakal, ia selalu berontak yang ia sebut sebagai “penjaga panti sok suci”, ia menyebutnya demikian karena kepribadian penjaga pantinya itu memang sok suci. Bagaimana tidak, penjaga pantinya selalu mendapatkan uang dari para dermawan yang seharusnya untuk anak panti, tapi ia menyimpannya untuk tabungan umrohnya. Sudah begitu, si penjaga panti itu juga bersikap kasar kepada semua anak panti. Tapi walaupun Rehan termasuk anak nakal, tapi sebenarnya ia adalah anak yang baik. Selama di panti, Rehan mempunyai pertanyaan besar “Apakah aku tidak memiliki kesempatan untuk me...

Resensi "BUMI"

Image
BUMI. Novel karya Tere Liye ini mengisahkan kehidupan seorang remaja perempuan bernama Raib yang memiliki kemampuan unik. Sejak umur 22 bulan, Raib bisa menghilang. Cukup menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan wush. Raib pun hilang. Sekarang umur Raib 15 tahun dan kemampuan ini tetap menjadi rahasianya. Selain bisa menghilang, Raib juga memiliki hal unik lainnya. Raib memiliki 2 kucing kembar yang dia dapat di ulang tahunnya yang ke-9. Si Hitam dan Si Putih. Tapi orang tuanya hanya dapat melihat Si Putih. Di usia 15 tahun, kejadian demi kejadian mulai datang dan tanpa disadari oleh Raib akan mengubah kehidupannya. Mengungkap siapa Raib sesungguhnya. Raib memiliki sahabat bernama Seli yang ternyata memiliki rahasia juga. Seli dapat menahan sengatan listrik dan dapat menggerakan benda-benda kecil tanpa menyentuhnya. Sama seperti Raib, kemampuan ini tetap menjadi rahasia Seli hingga usianya 15 tahun. Di kelas Raib, ada seorang ramaja pria bernama Ali. Ali adalah murid...

Resensi "RINDU"

Image
”Kapal bermuatan rindu dan kotak-kotak masa lalu.” Adalah Rindu, novel terbaru karya Tere Liye yang mengisahkan tentang pelayaran sebuah kapal bermuatan calon Jemaah haji di masa lampau. Dalam novel ini, penulis berhasil menggabungkan antara sejarah, fiksi, romantisme, serta kisah heroik dalam sebuah perjalanan suci. Bersetting di sebuah kapal bernama Blitar Holland saat musim haji pada Desember 1938, takdir mempertemukan para tokoh yaitu Keluarga Daeng Andipati, Gurutta, B o nda Upe, Pasangan Mbah Kakung & Mbah Putri, Ambo Uleng serta tokoh lain yang ikut dalam pelayaran. Mereka tidak hanya terlibat dalam takdir “saat itu” saja, takdir ternyata hadir disana dan mengusik masa lalu dari para tokoh. Di akhir cerita, takdirpun berhasil menghadirkan masa depan dari masa lalu. Saat membaca novel ini, kita akan merasa benar-benar ikut dalam pelayaran. Deskrpsi waktu, tempat, serta tokoh membuat kita seperti turut hadir dan menyaksikan setiap benang kisah yang dengan bantuan wakt...