Resensi "MOGA BUNDA DI SAYANG ALLAH"
Dibalik Kesulitan Pasti Ada Kemudahan
Baginya hidup hanya gelap, hitam, tanpa warna. Baginya hidup hanya senyap,
kosong, tanpa suara. Adalah Melati, putri tunggal pasangan Bunda HK dan Tuan
HK, keluarga terkaya dan tersohor di kotanya. Melati, siapapun yang belum
mengenalnya pastilah akan menatapnya gemas, ingin sekali mencubit pipi
tembamnya, tapi tidak ketika tahu bagaimana perangai Melati sejak peristiwa
tiga tahun lalu itu. Melati sempurna terputus dengan dunia, tidak bisa melihat indahnya
dunia apalagi mendengar sekitarnya, semua terasa gelap dan tak bersuara.
Bahkan Melati suka marah-marah dan sulit dikendalikan.Kebahagiaan keluarga
HK seketika musnah sudah.
Tetapi Bunda tidak pantang menyerah, selalu bersimpuh di sepertiga malam di
mana janji-janji itu ia percaya akan benar-benar jadi kenyataan.
“Suatu saat Janji-Mu pasti akan tiba. Bukankah Engkau sendiri yang
menggurat kalimat itu dalam kitab suci? Sungguh! Dibalik kesulitan pasti ada
kemudahan. (h. 38)”
Entah karena firasat apa, Bunda gigih sekali ingin Karang menjadi guru bagi
buah hatinya, Melati. Tapi getaran itu benar-benar ada, percaya bahwa Karang
mampu mewujudkan semua mimpi-mimpi bahagia itu.
Karang, pria yang sejak tiga tahun lalu bebas dari tuduhan pembunuh. Bukan
perkara tuduhan tersebut, terlebih siapapun tahu bahwa Karang tidak pernah
bersalah akan meninggalnya 18 anak yang dibawanya bermain menaiki perahu ke
tengah laut. Sungguh, Karang adalah pria yang tangannya lembut akan kasih
sayang, pendiri belasan taman bacaan dan sangat mencintai anak-anak, terlebih
anak-anak jalanan yang tak lagi memiliki orangtua. Mungkin karena begitulah
nasibnya dahulu sebelum diasuh oleh ayah dan ibunya sekarang.
Tuan HK, melihat perangai Karang yang tak memiliki sopan santun, tidak memiliki
tata krama yang baik, seketika tidak mengizinkan Karang untuk menjadi guru bagi
Melati. Namun lagi-lagi karena firasat dan keyakinan Bunda pada Karang yang
membuat Bunda tetap bertahan, terus memohon pada Tuan HK agar mengizinkannya
tinggal beberapa minggu untuk menjadi guru bagi Melati.
Di dalam novel Tere Liye kali ini, banyak sekali teka-teki yang harus
dipecahkan sendiri oleh para pembacanya. Sedari awal, pembaca tidak akan
menemukan apa hubungan Karang dengan keluarga HK, kenapa pula Bunda bersikeras
agar Karang menjadi guru bagi Melati? Hanya dengan kurun waktu 21 hari, apakah
Melati akan bisa melakukan banyak hal setelah Karang mengajarinya ini itu? Sama
halnya dengan judul novel ini “Moga Bunda Disayang Allah” Kalau di novel-novel
lain kita bisa menebak jalan cerita lewat judulnya, maka jangan harap pada
novel ini, kesesuaian judul dalam novel ini hanya akan ditemukan di akhir
cerita. Namun itu tidak menjadi masalah, perjalanan Melati mengenal dunia-nya
lah yang telah membuat novel ini mendapat gelar Best Seller dan
diangkat ke layar kaca. Haru, geram sekaligus terhanyut.
Ada Kinasih, dokter muda yang memendam rasa pada Karang. Saling mengenal di
taman bacaan yang mereka rintis sedari awal. Sejak Karang menghilang, kemudian
dipertemukan takdir dengan keterbatasan yang ditakdirkan pada Melati. Bagaimana
akhir kisah Karang dan Kinasih? Tentunya berakhir sesuai janji-janji itu,
seperti janji-janji yang dipercaya Bunda, Dibalik kesulitan pasti ada
kemudahan. Lambat laun janji-janji itu benar-benar dirasakan oleh Karang, masa
lalu yang membuatnya terpuruk bertahun-tahun, janji-janji itu benar-benar
terwujud pada mereka yang mempercayainya.
Percaya soal keajaiban, buku ini membuat seluruh manusia semakin percaya
bahwa Tuhan tidak pernah tidur, tidak pernah menelantarkan umatnya, tidak
pernah memberikan cobaan dari batas kemampuan umatnya. Sesulit apapun masa-masa
sulit, kita tetap punya Tuhan, dan Tuhan tidak pernah mengingkari
janji-janjinya. Tetaplah optimis akan semua keterbatasan yang kita miliki, karena
Melati saja yang tidak bisa melihat dan tidak bisa mendengar, akhirnya bisa
merasakan indahnya dunia lewat semangat dan dukungan orang-orang sekitarnya.

Comments
Post a Comment