Resensi "BUMI"
Raib memiliki sahabat bernama Seli
yang ternyata memiliki rahasia juga. Seli dapat menahan sengatan listrik dan
dapat menggerakan benda-benda kecil tanpa menyentuhnya. Sama seperti Raib,
kemampuan ini tetap menjadi rahasia Seli hingga usianya 15 tahun.
Di kelas Raib, ada seorang ramaja pria
bernama Ali. Ali adalah murid genius. Dan dia yang pertama kali mengetahui
rahasia Raib. Saat Raib sedang dihukum oleh Miss Keriting karena tidak membawa
buku PR matematikanya dia memutuskan untuk mengamati hujan sambil menghilang.
Tiba-tiba ada sesosok tinggi kurus menyapanya dengan suara dingin, “Halo, Gadis
Kecil” sapaan ini mengagetkan Raib sehingga wajahnya tidak tertutup lagi oleh
kedua telapak tangannya dan Raib pun terlihat lagi. Ali melihat lorong yang
kosong dan tiba-tiba saja Raib muncul di sana. Semenjak itu Ali terus
membuntuti Raib untuk membuktikan bahwa dirinya benar. Dunia ini tidak
sesederhana yang terlihat.
Seakan belum cukup rahasianya
diketahui oleh Ali, setelah sampai di rumah Raib tidak dapat menemukan si
Hitam. Dan beberapa hari kemudian Raib menemukan kekuatan baru. Raib dapat
menghilangkan benda. Beberapa hari kemudian di malam hari, Raib terkejut. Sosok
tinggi kurus yang menyapanya di lorong sekolah berada di kamarnya. Lebih
tepatnya di dalam cermin di kamarnya. Bersama si Hitam. Sosok tinggi kurus itu
mengaku sebagai ‘teman’. Dia mengaku mengetahui siapa Raib dan dapat melatihnya
menguasai kekuatan yang ada dalam dirinya. Tugas pertamanya adalah
menghilangkan sebuah buku. Tapi Raib tidak menanggapinya secara serius, hingga
saat malam harinya sosok tinggi itu datang lagi. Sosok itu marah karena Raib
tidak melakukan tugasnya dengan serius. Maka sosok itu menggunakan cara kasar.
Dia memerintahkan si Hitam untuk membunuh si Putih jika Raib tidak bisa
menghilangkan buku tersebut dalam hitungan kesepuluh. Si Hitam berubah menjadi
kucing seukuran serigala dan menerkam si Putih siap membunuhnya. Dalam
kepanikan Raib masih tidak dapat menghilangkan buku itu. Dan saat si Hitam akan
membunuh si Putih tanpa disadari oleh Raib telapak tangannya mengarah ke si
Hitam dan menyuruhnya menghilang. Dan wush. Si Hitam menghilang. Sosok tinggi
itu terkejut, kemampuan Raib melebihi perkiraannya. Raib pun sama terkejutnya.
Setelah kejadian itu Raib pun dapat menguasai kekuatan barunya.
Keesokan harinya, terjadi peristiwa
besar di sekolah. Gardu listrik tiba-tiba saja meledak dan menjatuhkan
kabel-kabel listrik ke arah Raib dan Seli. Terancam maut, Seli berhasil menahan
kabel-kabel listrik. Membuka rahasianya di hadapan Raib. Raib pun menghilangkan
tiang listrik yang jatuh ke arah mereka. Membuka rahasianya di hadapan Seli.
Tiba-tiba muncul Ali yang membawa mereka lari ke tempat aman agar terhindar
dari pertanyaan-pertanyaan orang. Semua berjalan sangat cepat. Di aula sekolah,
tempat mereka bersembunyi tiba-tiba datang 8 orang berpakaian hitam dan
dipimpin oleh sosok tinggi yang ternyata bernama Tamus. Mereka akan menjemput
Raib ke dunia lain. Dunia Klan Bulan.
Mereka bertiga malawan. Seli
mengeluarkan petir dari tangannya. Dia adalah salah satu Klan Matahari. Tapi
mereka bertiga belum cukup kuat. Dalam keadaan terdesak, tiba-tiba datang Miss
Keriting (Selena) yang sebenarnya adalah salah satu masyarakat Klan Bulan.
Dengan bantuan Miss Selena mereka bertiga berhasil lolos dan tiba di kamar
Raib. Tapi sayangnya Miss Selena tidak dapat kabur bersama mereka.
Di kamar Raib mereka memeriksa buku PR
Matematika Raib yang diberikan Miss Selena beberapa hari yang lalu, mencari
petunjuk. Buku itu kini bersampul kulit berwarna gelap dengan gambar bulan
sabit cetak timbul. Saat Raib menyentuh buku itu, muncul sinar dari bulan sabit
dan menjalar ke tubuh Raib. Cahaya itu semakin terang dan tiba-tiba saja mereka
sudah berada di ruangan berbeda. Di Dunia berbeda. Dunia Klan Bulan.
Ruangan itu adalah kamar Ou. Anak
bungsu Ilo dan Vey. Ilo adalah orang yang paling tenar dan memiliki pemikiran yang
sama dengan Ali. Dunia ini tidak sesederhana yang terlihat. Ilo berjanji akan
membantu Raib, Seli dan Ali kembali ke kota mereka esok hari. Ilo menyarankan
mereka untuk bermalam dan menggunakan kamar Ily, anak sulungnya yang tinggal di
asrama akademi.
Dunia Klan Bulan memiliki teknologi
yang sangat maju dan sangat menjaga lingkungan. Mereka membuat sebagian besar
peradabannya di bawah tanah agar tidak merusak lingkungan permukaan. Hanya
orang-orang kaya yang tinggal di permukaan. Di bangunan tinggi dengan rumah
beton berbentuk balon.
Setelah Ilo mengetahui dari mana
mereka berasal, Ilo memutuskan untuk membawa mereka ke orang yang lebih baik.
Av. Kakek dari kakek-kakeknya Ilo. Sang penjaga perpustakaan. Dari Av terungkap
bahwa Dunia ini memiliki 4 Dunia Paralel yang saling berdampingan dan tidak
pernah bertabrakan. Dunia Tanah, Dunia Bulan, Dunia Matahari dan Dunia Bintang.
Dan Av pun memberitahu jika Raib memang dari Dunia Klan Bulan dan itu berarti
orangtuanya di Bumi bukanlah orangtuanya yang sesungguhnya.
Dunia Klan Bulan mengalami kerusuhan.
Kota Tishri, tempat mereka berada telah berhasil dikuasai oleh Tamus. Raib,
Seli dan Ali terjebak. Tidak dapat kembali ke Bumi. Petualangan mereka bertiga
di Dunia Klan Bulan dimulai.
***
Jujur saja, jika tidak mengenal Tere
Liye adalah penulis Indonesia, saya tidak akan menyangka jika novel Bumi ini
adalah buah ciptaan penulis Indonesia. Membaca novel Bumi ini mengingatkan saya
kembali saat saya pertama kali membaca seri buku Harry Potter. Saya menemukan
Dunia Baru dan saya jatuh cinta.
Pada novel ini Tere Liye dapat
menggambarkan Dunia Klan Bulan dengan sangat baik sehingga saya tenggelam ke
dalamnya. Kota Tishri dengan semua teknologi majunya. Pakaian yang dapat
menyesuaikan dengan ukuran tubuh pemakainya. Sepatu yang sangat ringan. Mandi
dan mencuci dengan udara. Transportasi dengan portal dan kapsul kereta yang
rangkaiannya bagai jaringan pernapasan manusia. Dengan semua hal yang lebih
maju dari Bumi, gelas di dunia Klan Bulan berbentuk seperti sepatu dan makanannya
seperti bubur hitam tidak mengundang selera (walau rasanya tetap enak). 2 hal
ini membuat Bumi memiliki sedikit nilai lebih.
Hal lain yang saya suka dari Dunia
Baru ini, di Dunia Klan Bulan tidak semua orang memiliki kekuatan. Kebanyakan
seperti masyarakat Bumi. Manusia biasa. Pada awalnya saya mengira semua
masyarakat Klan Bulan memiliki kemampuan seperti Raib, Tamus dan Selena yang
diperkenalkan di awal cerita. Jujur saja, menurut saya jika semua masyarakat
Klan Bulan memiliki kemampuan seperti Raib, novel ini tidak akan sebagus ini.
Novel ini adalah buku pertama dari
serial “BUMI”. Tidak sabar rasanya untuk membaca buku keduanya. “BULAN”.

Comments
Post a Comment