Posts

Resensi "Jangan Ucapkan Cinta dan Bukan Cinta Sesaat" - Mira W

Image
Blurb: Jangan Ucapkan Cinta mengungkapkan dua naluri dasar manusia, cinta dan benci, yang hidup berdampingan seperti dua sisi mata uang. Ketika cinta kilat yang lahir hanya dari daya tarik fisik menjelma menjadi pengkhianatan, cinta pun bermetamorfosis menjadi kebencian. Depresi menyeretnya ke ruang kerja seorang psikiater. Tetapi psikoterapi tidak menyembuhkan depresinya. Justru mengubahnya menjadi pribadi yang sama sekali berbeda. Sosok kejam yang siap membalas dendam. Namun tiga belas tahun kemudian, tatkala dia berhasil menghancurkan karier suaminya dan menyeret perempuan yang menggodanya ke rumah sakit jiwa, muncul orang keempat yang tidak disangka-sangka. Ternyata kelainan jiwa bukan hanya milik pasien.... Bukan Cinta Sesaat mengisahkan dua anak manusia yang berasal dari dua kultur yang berbeda. Tetapi dilahirkan di bumi yang sama. Dibesarkan di tanah air yang satu. Dua puluh tujuh tahun mereka menjalin cinta, menantang berbagai kendala yang merintangi. Guru...

Resensi "Kereta Api Terakhir Dari Paris" - Mira W

Image
Sinopsis: Cinta mereka yang bersemi sejak SMA begitu murni. Namun alam seolah berkolusi memisahkan mereka. Petaka dan cobaan silih berganti menerjang. Sahabat yang senantiasa dibela dari perundungan sejak SMA membuat malam pesta bujangannya berubah menjadi malapetaka. Pelarian, pengkhianatan bahkan kecelakaan dan pembunuhan meronai kisah cinta mereka. Namun sedahsyat apa pun guncangan, cinta mereka tetap tegak sekokoh Menara Eiffel. “Rasanya aku tidak bisa membawamu ke depan Menara Eiffel untuk memperbarui sumpah kita, Sayang.” “Tak ada yang perlu disesali. Karena setiap kali kita bersama, itulah Menara Eiffel kita.” *** Kisah ini berawal dari masa SMA, Arif menjadi bahan bullyan teman-temanya. Setiap hari Arif diejek oleh Teddy dan kawan-kawannya, sampai-sampai Arif takut untuk pergi ke sekolah. Namun, Andhika sahabat Arif selalu membela dan membatu Arif saat ia dibully oleh Teddy. Arif menyukai gadis bernama Aster, wanita yang berparas cantik jelita. Tapi, nasib b...

Resensi "Critical Eleven" - Ika Natassa

Image
Blurb: Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven , sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing —karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger . In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney. Tiga menit pertama Anya terpikat, tujuh jam berikutnya mereka duduk bersebelahan dan saling mengenal lewat percakapan serta tawa, dan delapan menit sebelum berpisah Ale yakin dia menginginkan Anya. Kini, lima tahun setelah per...

Resensi "Divortiare" - Ika Natassa

Image
Blurb: Commitment is a funny thing, you know? It's almost like getting a tattoo. You think and you think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep. "Jadi lebih penting punya Furla baru daripada ngilangin nama mantan laki lo dari dada lo?" Pernah melihat Red Dragon? Aku masih ingat satu adegan saat Hannibal Lecter yang diperankan Anthony Hopkins melihat bekas luka peluru di dada detektif Will Graham (Edward Norton), dan berkata, " Our scar has a way to remind us that the past is real. " Tapi kemudian mungkin kita tiba di satu titik ketika yang ada hanya kebencian luar biasa ketika melihat tato itu, and all you wanna do is get rid of it. So then you did . Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damaged good . Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci s...

Resensi "A Very Yuppy Wedding" - Ika Natassa

Image
Blurb: The life of a business banker is 24/7 , dan bagi Andrea, banker muda yang tengah meniti tangga karier di salah satu bank terbesar di Indonesia, rasanya ada 8 hari dalam seminggu. Power lunch , designer suit , golf di Bintan, dinner dengan nasabah, kunjungan ke proyek debitur, sampai tumpukan analisis feasibility calon nasabah, she eats them all . Namun di usianya yang menginjak 29 tahun, Andrea mungkin harus mengubah prioritasnya, karena sekarang ada Adjie, the most eligible bachelor in banking yang akan segera menikahinya. So she should be smiling, right ? Not really . Tidak di saat ia harus memilih antara jabatan baru dan pernikahan, menghadapi wedding planner yang demanding , calon mertua yang perfeksionis, target bank yang mencekik, dan ancaman denda 500 juta jika ia melanggar kontrak kerjanya. Dan tidak ada Manolo Blahnik atau Zara atau Braun Buffel yang bisa memaksanya tersenyum di saat ia mulai mempertanyakan apakah semua pengorbanan karier yang telah ia berik...

Resensi "Dunia Anna" - Jostein Gaarder

Image
          “Nova sayang, aku tak tahu bagaimana rupa dunia saat kau membaca surat ini…” Bumi 2082, Nova sangat terkejut saat tiba-tiba di terminal online-nya muncul surat dari nenek buyutnya, Anna. Surat yang ditulis 70 tahun yang lalu, tepat tanggal 12.12.12. Tepat saat nenek buyutya berusia 16 tahun seperti Nova saat ini. Sungguh misterius, bagaimana mungkin 70 tahun lalu, nenek buyutnya sudah tahu bahwa kelak cicitnya bernama Nova? Dan dari mana nenek buyutnya tahu tentang keresahan-keresahan Nova? Tentang bumi yang sudah tak seindah dulu lagi, tentang spesies yang punah, tanah-tanah yang tenggelam, kutub-kutub yang meleleh. Dan, benarkah cincin rubi merah dari legenda Aladin, menjadi kunci untuk mengembalikan keseimbangan bumi? Cincin yang selama ini melingkar di jari Anna, nenek buyutnya?           *** Buku ini hampir serupa dengan Dunia Sophie. Baik itu dari judulnya, sampuln...

Resensi "The Puppeteer" - Jostein Gaarder

Image
“Kepada Agnes. Aku telah berjanji untuk menuliskan kabar kepadamu. Ingatkah? Setidaknya aku akan mencoba.” - Jakop Jacobsen, halaman 9. Kutipan di atas merupakan kalimat awal yang dapat kita temukan dalam buku  The Puppeteer . Seperti yang dapat kita perkirakan, cerita dalam buku ini hadir karena niatan Jakop, panggilan akrab Jakop Jacobsen yang ditunjukkan kepada Agnes. Jakop, sesuai dengan sinopsis yang tertera di cover belakang buku merupakan pria dengan kehidupan yang biasa-biasa saja. Namun, Jakop memiliki hobi yang unik apabila kita bandingkan dengan kehidupan orang lain. Dia memiliki hobi untuk datang ke pemakaman orang lain. Bahkan, konyolnya lagi adalah dia mengunjungi pemakaman yang dia sendiri tidak tahu siapakah yang meninggal dan dia tidak memiliki ikatan darah apa pun dengan orang tersebut. Dalam buku ini, Jakop bercerita kalau dia beberapa kali mengunjungi pemakaman yang nantinya akan mengantarnya untuk bertemu dengan Agnes. Dimulai dari kematian Erik, ...