Resensi #AboutLove


Siapa yang suka rendang? Well, makanan yang konon katanya terenak sedunia ini ternyata ada hubungannya dengan memilih pasangan lho. Kok bisa? Iya. Memilih pasangan itu bukan sekadar melihat fisik luarnya. Karena kalau hanya itu, bukankah kalian sendiri pernah mengalaminya? Mengambil potongan paling besar, ternyata itu bukan rendang, itu lengkuas yang tertutup bumbu lezat. Luarnya memang sama-sama menggoda, tapi ketika digigit rasanya berbeda. Itulah perumpamaan cinta yang disampaikan Tere Liye dalam buku terbarunya, #AboutLove.
            Tere Liye adalah penulis Indonesia yang sangat berbakat. Tere Liye sudah menulis puluhan buku. Dan, setiap karya yang dihasilkan laku di pasaran dan menjadi best seller. Nama Tere Liye sebenarnya merupakan nama pena yang di ambil dari bahasa India dan memiliki arti untukmu. Ia pun terkenal dengan pesannya ini: “1000 komentar yang kita buat di dunia maya, tidak akan membuat kita naik pangkat menjadi penulis buku. Mulailah menulis buku, jangan habiskan waktu jadi komentator, mulailah jadi pelaku.“Hebat! Mungkin, karena pesannya itulah, Tere Liye membuktikannya dengan terbitnya buku #AboutLove.
            #AboutLove bukan buku pertama yang aku baca dari Tere Liye. Sebelumnya, aku membaca dan sangat menyukai buku kumpulan puisi karyanya yang berjudul Dikatakan Atau Tidak Dikatakan Itu Tetap Cinta . Ketika aku tahu Tere Liye menerbitkan buku baru, aku langsung tertarik karena pasti di dalam buku itu selalu ada kutipan yang menusuk hatiku berkali-kali yang bisa membuatku sadar akan kenyataan. Haha… Dan, segera saja aku membaca #AboutLove.    
            Buku ini bukan novel ataupun puisi seperti sebelumnya, melainkan kumpulan kutipan. Berisi kutipan tentang cinta, buku ini cenderung tipis. Bahkan, bisa dibaca dalam sekejap. Mulanya, aku bisa saja membaca buku itu gratis sambil berdiri di salah satu sudut toko buku. Namun, aku ingin kata-kata itu meresap ke setiap lubuk hatiku (cieeee), berhubung ini tentang cinta. Jika dibaca terburu-buru, sepertinya kata-kata bijak yang ada di buku itu tak akan mudah diingat.
            Beberapa kutipan ini pernah aku baca sebelumnya di akun Facebook Tere Liye. Tapi, ada beberapa yang tidak. Terkadang sesuatu yang ditulis di media sosial akan terhapus oleh waktu dan tenggelam oleh komentar dan status di atasnya. Ada baiknya jika kutipan-kutipan itu ditulis di atas kertas dan jadilah #AboutLove.
            Selain itu, yang saya sukai dari kutipan-kutipan Tere Liye adalah kata-katanya sederhana, namun bermetafora. Aku suka cara Tere Liye menyajikan perumpamaan cinta dengan sesuatu. Seperti, beberapa kutipan favoritku ini:
“Jatuh cinta itu persis kau naik gunung, tiba-tiba terjerambab ke dalam jurang dalam, meluncurnya mudah, tapi susah payah merangkak naik kembali.
Jatuh cinta itu persis seperti komputer atau HP kau tiba-tiba terkena virus, kena-nya gampang, tapi memperbaiki, servis datanya susah kali–bahkan tetap tidak bisa diperbaiki hingga kapan pun.
Jatuh cinta itu sama dengan kau naik mobil cepat, kau gas kencang, jalan landai, tiba-tiba rem-nya blong. Mobil kau melaju tak terkira, susah payah menghentikannya. Bahkan harus menabrak sana-sini, kau patah hati.”
            Lalu, ada juga:
“Pilihlah pasangan yang kaya. Tapi bukan kaya hartanya, melainkan kaya waktunya, sehingga dia punya banyak waktu untuk dihabiskan bersama kita–termasuk saat dia sibuk sekalipun.
Karena hari ini, orang2 sebenarnya lebih banyak bercengkerama dengan pasangan nempel terusnya, yaitu gagdet macam HP, laptop, dan sebagainya.”
            Hal lain yang membuatku menyukai buku ini adalah adanya ilustrasi. Aku penggemar berat ilustrasi. Di dalamnya sangat berwarna-warni, serta banyak gambar dan font unik.
            (+) berbagai perumpamaan, kata-kata sederhana
            (-) harganya mahal, dibandingkan waktu yang dihabiskan untuk membaca buku ini

            Buku ini sangat aku rekomendasikan untuk kalian yang sedang jatuh cinta, sedang mencari cinta, sedang jomblo, sedang patah hati, atau sedang menunggu seseorang.


Comments

Popular posts from this blog

Resensi "A Very Yuppy Wedding" - Ika Natassa

Resensi Novel Maneken

Resensi "Matahari" - Tere Liye