Resensi "DAUN YANG JATUH TAK PERNAH MEMBENCI ANGIN"
Tania, gadis yang harus merasakan pahitnya kehidupan kumuh kota besar, bertemu dengan seseorang yang menjanjikan masa depan yang selama ini tak pernah ia bayangkan. Ia menghantarkan secercah cahaya ke dalam ruang sempit dalam rumah kardus yang ditinggali Tania bersama ibunya dan adik laki-lakinya. Bertahun-tahun berlalu, cerita sedih dan bahagia silih berganti menyinggahi perjalanan Tania. Seiring dengan itu, senyum dan kebaikan orang itu selalu menghantarnya hingga dewasa. Gadis itu akhirnya sadar bahwa perasaan lugu yang diam-diam tumbuh di hatinya sejak dulu bukanlah perasaan biasa selayaknya seorang adik kepada kakaknya. Salahkah perasaan ini? Salahkah bila Tania menyukai seseorang itu, seseorang yang menjadi malaikat bagi keluarganya? ***** Novel ini indah. Setidaknya menurutku yang tidak begitu menggemari kisah romansa yang manis bertabur gula. Aku lebih suka kepingan cinta yang terselip melalui jalinan tutur tokoh utama mengenai perjalanan hidup yang dilaluinya. Ta...