Resensi "Kisah Sang Penandai"
“Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah
sebelum kematian itu sendiri datang menjemputnya”
Novel ini bercerita tentang seorang laki-laki
bernama Jim yang berjuang untuk berdamai dengan masa lalu karena rasa
bersalahnya tidak bisa menepati janji sehidup semati dengan Nayla kekasihnya.
Ketika Nayla lebih memilih meminum racun karena hubungan mereka tidak mendapat
restu, Jim serta merta mengutuk jiwa pengecutnya karena tidak bisa mewujudkan
mimpi-mimpi mereka.
Sampai akhirnya Jim bertemu dengan Sang
Penandai, seorang laki-laki misterius yang mengakui dirinya seseorang yang
hidup dalam dongeng anak-anak.
“Akulah Sang Penandai, yang menceritakan
pertama kali dongeng-dongeng tersebut dengan tanganku. Menjaganya tetap abadi
sepanjang masa. Dan yang lebih penting lagi, membuat dongeng-dongen baru yang
dunia butuhkan”
Menurut Sang Penandai setiap orang punya
dongeng masing-masing. Sang Penandai menyarankan Jim untuk ikut berlayar dengan
Rombongan KapalPedang Langit untuk
menyelesaikan dongengnya sendiri. Sebuah armada raksasa bernama Armada Kota Terapung yang sedang melakukan ekspedisi
menemukan Tanah Harapan. Selama berlayar Jim masih saja belum mampu
menghilangkan seluruh kesedihannya, selalu saja ada hal-hal yang membuat Jim
teringat kembali kepada kekasihnya. Bahkan ketika harus melalui banyak
rintangan, perang melawan perompak Yang Zhuyi, perjalanan menuju Puncak Adam,
sampai pertempuran dengan Brikade Perawan di hutan belantara Tanah Harapan.
Tere liye selalu mahir membawa kita larut
dalam setiap kisah dari setiap novelnya. Juga di buku ini, dengan gaya
penyampaian ceritanya yang khas kita akan ikut merasakan ketegangan-ketegangan
didalamnya seperti ketika Armada Kota Terapung yang dipimpin oleh Laksamana
Ramirez menghadapi perompak Yang Zhuyi. Tere Liye tidak diragukan lagi sangat
pandai memainkan emosi kita dalam buku ini.
Hanya saja diakhir cerita saya agak
kebingungan memahami endingnya. Bagaimana Nayla tiba-tiba hadir kembali? Apakah
pertemuan yang dimaksud adalah pertemuan mereka di alam lain atau bagaimana?
Disamping itu jika memang pesan yang ingin disampainkan adalah berdamai dengan
masa lalu kenapa Jim tidak menerima saja cinta Gadis Bermata Hijau di Pendakian
menuju Puncak Adam? atau gadis yang mirip Nayla di Kota Champa? Kenapa
penerimaan itu mesti di akhir hidupnya?
Namun secara keseluruhan buku ini seru,
mengharukan juga menegangkan. Banyak pelajaran hidup yang bisa diambil dari
setiap kisahnya.

Comments
Post a Comment