Resensi "Ayahku (Bukan) Pembohong"
Novel Ayahku (Bukan) Pembohong adalah sebuah novel inspiratif
yang ditulis oleh Darwis atau yang lebih kita kenal dengan nama Tere Liye. Tere
Liye adalah seorang penulis novel yang telah menerbitkan banyak novel
karangannya sendiri.
Novel ini menceritakan tentang kehidupan seorang anak yang
dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Hingga ia tumbuh dengan
cara berpikir berbeda dibanding anak yang lainnya. Kisah tentang kebahagiaan
sejati. Jika kalian membacanya maka kalian akan menemukan sesuatu yang sulit
untuk dijelaskan. Dongeng-dongeng tersebut diceritakan oleh ayahnya sendiri.
Namun dongeng-dongeng tersebut kini telah membuat Dia membenci ayahnya sendiri.
Dalam novel ini, salah satu pemerannya adalah Dam, dia adalah
tokoh utama dalam novel ini. Dam adalah seorang laki-laki yang dibesarkan dalam
keluarga yang sederhana dan keluarga kecil. Dam tumbuh dewasa dengan
dongeng-dongeng tentang perjalanan hidup sang ayah yang menarik. Dam adalah
tipe orang yang pantang menyerah dan sangat menghargai setiap detik
kehidupannya. Ia adalah anak tunggal yang sangat mencintai ibunya. Dam kini berusia
40 tahun dan telah memiliki keluarga kecilnya sendiri dengan seorang istri dan
dua anak yang sangat dicintai.
Ayah Dam adalah seorang pria yang sangat terkenal di kotanya,
terkenal tak pernah mengatakan kebohongan. Ayah Dam selalu berprasangka baik ke
semua orang, berbuat baik bahkan kepada orang yang baru saja ia kenal,
menghargai orang lain, kehidupan dan alam. Karena itulah dia selalu dihargai
oleh semua orang. Zas dan Qon adalah dua anak Dam. Zas adalah seorang kakak
yang selalu membimbing dan menjaga adik perempuannya, Qon. Mereka berdua sangat
kompak bahkan dalam kegiatan baru mereka sekarang yaitu mendengar cerita sang
kakek , Ayah Dam.
Sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah orang
pertama pelaku utama. Dimana Dam langsung menceritakan kisah hidupnya. Alur
yang terdapat di dalam novel ini adalah alur campuran atau alur maju mundur.
Terkadang Dam kembali mengingat masa kecilnya dulu bersama sang ayah, ibu dan
teman-temannya. Novel ini berlatar di sebuah kota kecil, sebuah sekolah di
pelosok kota yang disebut dengan Akademi Gajah. Novel ini menggunakan gaya
bahasa yang mudah dimengerti dan dipahami oleh berbagai jenis kalangan penikmat
novel. Serta menyuguhkan berbagai kata-kata motivasi yang sangat menarik.
Banyak pelajaran yang dapat diambil dari novel tentang kehidupan
ini. Novel Ayahku (Bukan) Pembohong ini sangat menarik untuk dibaca, karena
kita akan menemukan berbagai kejutan di dalam novel ini, menemukan cara
bagaimana seharusnya kita bersikap ke semua orang. Pesan moral yang disampaikan
di dalam novel ini sangat kuat, banyak kearifan yang bisa di contoh dari cerita
tersebut, isinya membuat kita merasa perlu cinta terhadap keluarga. Isinya
sangat membuat haru, banyak kata-kata motivasi dan inspiratif.
Buku ini tak hanya menggugah dan membuat haru,
namun buku ini mengajarkan kita tentang menata ulang pribadi menjadi yang lebih
baik dan berbudi luhur, memberikan penghormatan kepada orang tua, karena
bagaimana pun sikap orang tua kepada kita, sebagai seorang anak, kita layak
memberikan penghormatan bagi mereka.
Di sisi lain buku ini mempunyai kekurangan, seperti menceritakan
hal-hal yang menurut logika manusia tidak masuk akal, misalnya layang-layang
raksasa yang terbang dan di kendarai oleh manusia.
Comments
Post a Comment