Posts

Showing posts from January, 2018

Resensi "The Magic Library" - Jostein Gaarder

Image
Pembaca yang baik, Buku di tangan Anda ini benar-benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini. Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dalam dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken.  Buku ini juga berisi cerita detektif, cerita misteri, perburuan harta karun, petualangan ala Lima Sekawan. Astrid Lindgren, Ibsen. Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie The Pooh, Anne Frank, kisah cinta, korespondensi, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, puisi, sejarah buku, drama, film ...

Resensi "Dunia Cecilia" - Jostein Gaarder

Image
Blurb: "Orang bilang, kita akan ke surga setelah mati. Benarkah?" Malaikat Ariel mendesah, "Kalian semua sekarang sudah berada di surga. Sekarang, di sini. Jadi, sebaiknya kalian berhenti bertengkar dan berkelahi. Sangat tidak sopan berkelahi di hadapan Tuhan." Malam Natal tahun ini sungguh menyedihkan bagi Cecilia. Ia sakit keras dan mungkin tak akan pernah sembuh. Cecilia marah dan menganggap Tuhan tidak adil.  Namun, terjadi keajaiban. Seorang Malaikat-Ariel namanya-mengunjungi Cecilia. Mereka berdua kemudian membuat perjanjian. Cecilia harus memberitahukan seperti apa rasanya menjadi manusia dan Malaikat Ariel akan memberitahunya seperti apa surga itu.  Cecilia adalah seorang gadis cilik yang tengah mengalami sakit keras. Kegiatan sehari-harinya hanyalah berada di kamar, dan hanya mengamati ornamen-ornamen yang ada di kamarnya, atau membaca Science Illustrated yang selalu dibelikan ayahnya, atau menulis di Diari Cina miliknya yang tersembunyi d...

Resensi "The Orange Girl" - Jostein Gaarder

Image
Bagaimana perasaan kita jika tiba-tiba saja kita menerima surat dari ayah kita yang telah meninggal dunia belasan tahun yang lalu? Tentunya hati kita akan diliputi keharuan dan penasaran apa yang sebenarnya ingin disampaikan ayah kita dalam suratnya itu. Itulah yang dialami Georg Roed, seorang remaja berusia 15 tahun yang tinggal bersama ibu, ayah, dan adik tirinya di Oslo - Norwegia. Surat yang ditulis ayahnya sebelas tahun yang lampau itu ditemukan secara tidak sengaja oleh nenek Georg di kereta kereta bayi yang dulu dipakai Georg Surat panjang yang diketik rapih dengan komputer oleh ayahnya itu didasari oleh pemikiran bahwa ia takkan sempat membicarakan masalah kehidupan dengan Georg yang saat itu baru berusia 4 tahun. Sebagai seorang dokter, Ayahnya (Jan Olav) tahu bahwa hidupnya tak akan lama lagi karena penyakit yang dideritanya. Dan surat itu sengaja diselipkan olehnya di kereta bayi milik Georg dengan harapan suatu saat akan ditemukan dan dibaca oleh Georg ketik...

Resensi "Anak Rantau" - Ahmad Fuadi

Image
Novel ini novel keluaran 2017 dan saya lihat telah banyak dibaca oleh orang-orang didunia maya. Saya melihat beberapa rekomendasi novel pilihan dari beberapa laman instagram. Novel ini merupakan novel terbaru A. Fuadi setelah trilogi Negeri Lima Menara, Ranah Tiga Warna dan Rantau Satu Muara. Trilogi tersebut merupakan novel yang ditulis A.Fuadi berdasarkan pengalaman nyatanya sendiri, sedangkan novel Anak Rantau merupakan karya fiksi A.Fuadi. Anak Rantau berlatar budaya Padang, Sumatera Barat dengan tokoh utama seorang anak bernama Hepi yang terpaksa tinggal di kampung halaman ayahnya, Martiaz. Secara umum novel ini bermuatan cerita kekeluargaan, persahabatan, petualangan dan lingkungan hidup. Melalui Anak Rantau kita diajak untuk ikut kembali mengembara dan memperoleh pelajaran hidup tidak hanya dirantau yang jauh dari kampung halaman, justru kita dibawa pulang menuju kampung halaman untuk menemukan kembali pelajaran yang hilang. Donwori Bihepi  atau  Hepi , anak laki...

Resensi "Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990" - Pidi Baiq

Image
Milea, dia kembali ke tahun 1990 untuk menceritakan seorang cowok yang pernah sangat dia cintai, Dilan. Cowok yang mendekatinya bukan dengan seikat bunga atau kata-kata manis untuk menarik peratiannya. Tapi, melalui ramalan. “Aku ramal, nanti kita bertemu di kantin.”  – Dilan – hlm. 20 Sayang sekali, ramalannya salah. Hari itu, Milea tidak ke kantin karena harus membicarakan urusan kelas dengan teman-temannya. Sebuah trik sederhana tapi bikin senyum dipilih Dilan untuk kembali menarik perhatian Milea. Dia mengirim Piyan untuk menyampaikan suratnya yang berisi : “Milea, ramalanku, kita akan bertemu di kantin, ternyata salah. Maaf. Tapi aku mau meramal lagi : Besok, kita akan ketemu.”  – Dilan – hlm. 22 Tunggu, besok yang dimaksud Dilan itu hari minggu. Nggak mungkin, kan mereka bertemu? Tapi, ternyata kali ini benar. Dilan datang ke rumah Milea untuk menyampaikan surat undangan yang berisi : “ Bismillahirrahmanirrahim . Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Pe...