Pertanyaanku (masih) Kepadamu
Kau selalu membuatku bertanya. Sampai kisah kita usai pun kau masih meninggalkan pertanyaan bagiku. Dulu aku selalu menyimpan pertanyaan apakah kau memiliki perasaan kepadaku?? Namun akhirnya terjawab sudah. Seharusnya kau mengerti, saat itu aku selalu menunggu pernyataan darimu. Baiklah, aku tak akan membahas masa lalu itu lagi. Aku sangat berterima kasih padamu karena aku sempat memilikimu. Sekarang aku ingin kau tahu pertanyaanku padamu. Apakah kau masih mengingatku?? Apakah aku menjadi kenangan indahmu ataukah mimpi burukmu??. Namun sepertinya pertanyaanku terlalu memaksa. Aku tak ingin memaksakan perasaanmu, aku tak ingin semuanya karena terpaksa. Aku tak ingin mendekapmu dalam keterpaksaan. Walaupun sampai sekarang aku masih terlalu berharap padamu. Konyol, namun ini perasaanku yang sesungguhnya. Bukankah wajar jika aku masih memiliki pertanyaan itu untukmu. Kau pergi dengan salam yang tak ku dengar. Kau bahkan tak memberiku sedikit waktu untuk mengucapkan selamat tinggal...